Sejak pertama kali ku bertemu denganmu, qu hanya berdiam diri, diam seribu bahasa karena Aku masih belum merasakannya. detik, menit akhirnya qu bisa berkenalan denganmu, qu tau namamu meski hanya dalam perbincangan sesaat, karena Aku masih belum terbiasa akan hal itu.
ketika qu mencuri pandangan darimu, senyumanmu yang manis, membuat detak jantungku berangsur - angsur meningkat, ntah apa yang terjadi apakah aku akan merasakan perasaan itu lagi, namun sejenak qu merenung akan kejadian di masa lalu yang membuat pintu hatiku ini tertutup tertutup rapat yang mungkin sulit untuk dibuka, Aku takut akan datangnya perasaan itu.
dalam benakku sesat qu merenung, merasakan ada sidikit ruang di hatiku ini yang mungkin telah qu sentuh. kuputuskan untuk mecari tahu tentangmu. Dan akupun akhirnya bisa kembali untuk mengenal dirimu, meskipun hanya sebatas tulisan..
Canda, saling sapa denganmu, itulah saat - saat dimana akupun mulai bisa merasakan sedikit perasaan itu. yang diawali dengan perasaan senang, ntah semua rasa itu berkumpul menjadi satu.
Perkenalan yang bisa dibilang cukup singkat dalam hitungan hari, erasaan senang itu seakan - akan berubah menjadi sebuah kunci yang membuka sebagian dari pintu hatiku ini,, dan perasaan ini semakin menguat ketika ada sebuah tanggapan darimu, tanggapan yang sedikit demi sedikit mengisi ruang dihati ku ini, Karena kau hadir di saat sepi ku.
namun qu masih ragu, apakah diriku ini ada sedikit mengisi ruang dihatimu, apakah kau mengerti juga semua rasa yang ada dihatiku ini.. namun perasaan itu sungguh bergejolak di dalam hati, Ku tak sanggup untuk menahannya. dan akhirnya Ku putuskan untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi.
meskipun Aku tahu resiko yang nantinya akan terjadi apabila semua yang aku harapkan berbeda jauh namun Aku mengambil keputusan dan mengumpulkan semua keberanianku untuk menyatakan perasaan cintaku kepadamu.. Dan ternyata benar terjadi, apa yang telah Aku ungkapkan ternyata berbeda jauh dengan yang telah aku pikirkan, rasanya seperti terhempas sudah, terhempas jauh-jauh..
Namun setelah mendengar dan memahami appa yang Dia rasakan aku pun bisa memahaminya.. ternyata tidak hanya aku saja yang masih menutup pintu, meski pintu hatiku saat itu telah terbuka separuhnya, meski itu yang ku dapat, namun aku tetap masih ingin membuka pintu hatimu dimana qu memcoba meyakinkanmu dengan sebuah ciuman tangan rsasa kasihku.. aku ingin mencoba, dan tak akan berhenti untuk membuka hatimu, membuatmu selalu terseyum karena Kaulah yang telah mebawakan ku rasa yang terbang ke awan, terbang tinggi dan membuka pintu - pintu langit diatas sana..
Namun, seiring berjalannya waktu, aku pun tahu.. aku pun menyadari. mungkin memang aku ini bukanlah yang ingin kau milikki. Aku masih ingin berusaha untuk membuka pintu hatimu, namun di sisi hatiku yang lain ini yang telah membisikku untuk berpikir sejenak..
Ternyata cinta itu tak selalu indah, mungkin cinta kita tidak dapat tercipta,, karena Aku berpikir aku ini masih belum siap, masih belum dewasa untuk mendapatkan cinta darimu.. Yah memang menyakitkan ketika kita menyatakan cinta kepada orang yang kita cintai tetapi Dia tidak mencintai ku, namum akan lebih menyakitkan apabila saat itu Aku benar - benar tidak menyatakan cinta kepadanya karena tidak memiliki keberanian, sejenak ku berpikir aku mungkin hanya dianggap olehnya seorang teman biasa.
Maaf kan aku bila selama ini aku telah mengganggu harimu,, Aku hanyalah seorang Pria biasa yang ingin merasakan hadirnya cinta sebagai penyemangat hidupku di hari - hari ini.
Namun aku pun masih berharap,, Tuhan, Aku mohon berikan aku kesempatan lagi, sekali lagi bersamanya, ijinkan aku menggenggam erat dan mencium tangannya dengan penuh rasa kasih sayangku kepadanya meski hanya sesaat saja..
Aku akan tetap setia menghitung hari dan menantikan kehadiranmu yang telah terbuka ruang hatimu untukku kembali, suatu saat nanti..
:D
