Powered By Blogger

Jumat, 27 Juni 2014

pilih satu atau dua, Itulah Pilihan gue. yuk mari tengok aja

okeh kali ini gue mau cotert coret lagi, yak sekedar coret, sekedar unek2 yang berasal dari hati. berhubung lagi tahunnya pemilu nih, jadi coret-coretnya tentang pemilu Pilpres aja, pdahl gue sendiri juga sedang mencoret-coret naskah tugas akhir ini, hass, sudahlah yang ini udah ada hasrat yang menggebu2 untu nulis jadi curahkan dulu saja. Yak kali ini ngomongin tentang Pemilu pilres klo kata orang barat itu bilangnya Presidential election. fine okeh sekian dulu intermezzonya, kembali ke topiknya.

ya tahun 2014 merupakan tahun Bangsa Indonesia merayakan pesta demokrasi, iyeeeeyyy.. Selamat selamat ya.. eehhh, tapi tunggu dulu. emang ada apa sih dengan pesta demokrasi, pesta demokrasiya pemilu itu. pemilu, apa sih pemilu, secara praktisnya pemilu itu merupakan pemilihan umum/pemilihan secara langsung sekelompok orang yang memiliki ideologi masing lalu membawakan ideologi2 tersebut kedalam sistem kenegaraan untuk membawa negara ke arah yang baik dan kemudian mempromosikan diri/memasarkan dirinya atau ideologi dari sekelompok golongan tersebut terhadap rakyat agar rakyat memilih mereka, intinya sih jadinya masyarakat memiliki hak untuk memilih  (sandi, 2014).

kembali lagi diatas jadi pemilu itu pesta demokrasi ? bisa iya bisa ngga, kenapa iya, ya memang pemilu itu disebut pesta, karena memang rakyat lah yang berpatisipasi langsung dalam memilih, engga nya kenapa, ya karena itu tadi pemilu itu seakan2 menjadikan sekelompok golongan tersebut mulai sibuk muncul kepermukaan wara wiri sana sini menebar artibut dimana... dimana.. kemana... ya begitulah pembukanya dari pemilu, kembali lagi ke Pilpres


    oke, Pilpres ya. Pilpres 2014 kali ini gue rasa menarik, sangat menarik,, terlalu... menarik.. yup kenapa menarik, karena jujur tahun  ini gue untuk yang pertama kalinya merasakan yg namanya euforia demokrasi, yang biasanya gue cuma nonton melongo, contreng nomor sekian, coblos.. bla.. blaa.. dan sekarang gue bisa nyoblos njiiirr, NYOBLOS !!!, oke terus terang ini merupakan demdam kesumat yang tersampaikan, kenapa, karena tepatnya kembali ke 5 tahun yang lalu, saat pesta demokrasi berlangsung, klo ndak salah itu bulan April, dimana itu merupakan bulan kelahiran gue. klo gak salah dulu pemilu itu tanggal 9 April 2009, sedangkan gue yg saat itu bulan April tepatnya tanggal 10 April, gue menjadi ABG yang bangga2 punya KTP, sayangnya nyesek banget, kenapa itu pemilu diadainnya 1 hari sebelum gue merayakan hari sweetSeventeen gue!!!, jadilah pemilu 2014 ini erupakan dendam kesumat gue, akhirnya gue bisa nyoblos cuuyy yak itu dulu hal menarik yg pertama.

    Hal menarik yang kedua yaitu dari sekian tahun gue mengikuti aja pemilu ini, Pemilihan presiden tahun 2014 ini hanya diikuti oleh 2 Peserta pasangan Capres dan Cawapres. sama kayak pemilunya di Amerika waktu pilpres  2012 dari kubu Demokrat dan Romney dari kubu Republik. eh untuk yang Amerika sekian dulu, kembali ke Indonesia. Yak  Indonesia tahun 2014 ini memasarkan, eh salah mempromosikan 2 Pasangan Capres Cawapres untuk mejadi pasangan RI 1 dan RI 2. 2 pasangan ini menawarkan berbagai macam program2 yang bisa memajukan bangsa Indonesia. Mari sedikit gue ulas, sedikit aja ya, berhubung ilmu gue juga masih terbatas, klo salah ya harap maklum dan bisa dikoreksi, belum lulus Sarjana juga :p
         
Dari kedua pasangan itu baik nomor 1 dan 2, terkadang gue pikir ah mereka sama  juga, sama2 punya kekurangan sama2 punya niat baik untuk negara. Secara gue pribadi juga gak 100 % dukung Pak Jokowi dan 100 % persen Pak Prabowo itu jelek, ow ya tulisan ini juga mengutip dari website Pandji Pragiwaksono linknya http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/

Kenapa 100 % gue gak yakin sama Pak Jokowi, karena memang Pak Jokowi itu seorang petugas partai, mau bagaimanapun juga ideologi2 partainya pasti akan kebawa, juga terkait kepatuhannya terhadap Bu Megawati. Tapi saya juga punya rasa percaya pada Pak Jokowi ini, secara apabila dia menjadi Presiden, dia harus brani mengambil sebuah keputusan, secara Presiden itu Eksekutif je, yang mengeksekusi. Memilih arahan2 ataupun sebuah ideologi mana yang baik mana yang benar, klopun beliau benar2 memegang amanah sebagai Presiden.

Trus kenapa saya juga menganggap Pak Prabowo 100 % jelek, karena apa, secara saya pun mengagumi sosok seorang perwira apalagi beliau seorang TNI yang notabennya pasti dong memiliki ketegasan. Hanya saja agak kawatir dengan temperamentalnya, mungkin orang didalamnya juga merasakan, tapi mau bagaimanapun memperjuangkan isu2 tersebut dielak sedemikian rupa. Sebagai contoh, sosok yang menggebu2 itu hanyalah gaya, tidak masalah. Lha klo dari segi gaya seperti itu, terus karakternya gimana, setidaknya antara style dengan karakter ada hubungan dong ya.

Terus opini saya yang lain, opini tentang rekening terbuka untuk relawan Jokowi-JK, banyak orang beranggapan itu adalah sebuah pembodohan publik, ngapain coba uang disumbangkan untuk kampanya, mbok ya disumbangkan ke orang2  yang tidak mampu. Sekarang gue balikin lha gimana dengan Pak Prabowo, sudah sudah punya niat jadi presiden, beriklan dalam jangka waktu yang lama, apa nggak itu uang centreng2 bertebaran juga. Beriklan seakan2 hidupnya hanya untuk menjadi presiden dengan dana yang Fantastis ( mengutip kata2 Pak Anies Baswedan), gimana coba, sama nggak bisa lari dari kenyataan juga masalah uang, ya mbok mending disumbangin bla.. bla.. bla... 

Opini gue yang lain, terkait kubu Jokowi, kubu jokowi itu dikenal dengan Jokowi adalah kita, yup, karena sosok ini merupakan sosok penggerak, kenapa penggerak, ya karena itu tadi. Para relawan dengan sukacita, dengan ketulusannya dengan kreativitas mereka membuat suatu gerakan masing2 untuk mendukung Pak Jokowi, sayangnya sayangnya sayang, gerakan2 tidak terorganisir, tersebar dimana tanpa adanya komando ya itu tadi karena beliau sosok penggerak menggerakan massa untuk turun tangan, seperti kata Pak Anies Baswedan (lagi2) orang – orang baik banyak yang tumbang bukan karena banyak orang jahat, tetapi karena banyak orang yang diam dan mendiamkan, urun angan tidak mau ikut ambil bagian.

Tapi disuatu sisi lain, membahas tentang kubu Prabowo, saya kagum dengan solidnya kubu tersebut. Semua teroganisasi denngan baik dan rapih, semua turun dari atas kebawah, seperti apa yang dilakukan oleh atasannya sampaikan kebawahannya, yup. Mungkin karena memang jiwa Pak Prabowo jiwa yg memiliki kepemimpinan dalam militer. Karena memang militer itu sekiranya seperti itu apa yang diperintahkan atasanselayaknya sebuah komando militer, hendaknya dilakukan oleh bawahannya. Bagus sih, teroganisir, tapi sayang satang sayang, hal itu semua mematikan yang namanya kreativitas tadi tidak muncul disana.

Opini saya lainnya, terus terang aja saya cukup terganggu dengan masa penggerak Pak  jokowi, yang notabennya didukung oleh partai merah, kenapa terus terang gue sendiri tinggal di Jogja dan merasakan dan mengetahui info2 gimana masa penggerak nya Beliau dengan motor2 bising nya yang kerap kali mengganggu tidak tertib dan meresahkan.

Namun opini lain juga terhadap masa pendukungnya Pak Prabowo, saya pernah melihat dari kubu ini dengan embel2 partai warna biru, mereka membawakan pesta demokrasi dengan lebih santun, terorganisir, semacam membuat suatu ciri khas sendiri, kayak gerakan2 tangan teratur mengibarkan bendera dari depan sampe kebalakang, gue gak tau itu namanya apaan, tapi menarik. Tapi sayangnya sayangnya. Dikubu ini juga cukup meresahkan, semenjak kubu ini didukung dengan barisan barisan garis kerasnya, barisan yang hobby main hakim sendiri, gak perlu disebut lah ya.  Bahkan apalagi penyerangan di sosmed yang dilakukan oleh pendukung kubunya, ngga banget isinya ya gonggongan yang ingin memuaskan nafsu mereka, yang bahkan gonggongan itu parahnya sudah melibatkan ketidakbenaran, alias fitnah. Sayang, sayang sayang sekali.

Opini saya yang lain nah ini makin memperjelas kenapa saya memilih kepada salah satu pasangan. Opii saya ini terkait, gue pun masih bertanya2 tentang prabowo yang tidak ada embel-embel purnawirawan, jujur selama gue liat diberita atau apalah, kagak ada deh embel2 purnawirawan, pdahal beliau itu jelas seorang anggota TNI. Nah lho, gimana dong jadinya. Yang mau gimana lagi jelas pasti beliau dicopot dari jabatan, bukan karena berhenti pada waktunya. Ntah itu dicopot secara tidak hormat ataupun secara hormat. Lagipula, klopun dia benar2 tidak melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas kenegaraannya, kenapa beliau keluar dari TNI ? (ini juga mengutip dari web http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/) terus banyak alasan tanya atasannya kenapa begitu, lha jelas dia seorang TNI yg terkenal dengan sistem komandonya, pakai akal sehat aja, klo atasannya nyuruh dia nyemplung sumur lha ya secara keduanya ya salah juga, baik yg menyuruh maupun yg melakukan dong. Mesakke anak2 ku nanti komentar, itu Pak Presidennya aja pernah dikeluarkan dari instansi/lembaganya/pekerjaannya, lha klo saya dikeluarin dari sekolah karena mukul anak orang, jadi masalah gitu Pak ?, kebayang anak gue ntar komentar kayak gitu :O, ngeri juga.

Dan ini oponi saya kenapa saya memilih Pak Jokowi, jelas beliau didukung dengan orang2 yang mau bekerjasama sebagai contoh  Faisal Basri & Anies Baswedan. Mereka ini cendikiawan yang jelas, gak punya masalah, bahkan jelas punya niat baik dan mau untuk bekerjasama. Masih mau dibilang koalisi transaksi, lha nyata namanya juga menjalani sebuah rekan atau parner tanpa adanya win win sulution, bulshit itu namanya. Jelas ada dong timbal baliknya. Tapi disini yang mau ditekankan oleh Pak Jokowi yaitu, the right man in the right place, itu die, bukan Cuma sekedar bagi jatah aja, tapi menempatkan/memposisikan orang pada tempat yang sesuai gitu lho. Selain itu kembali lagi ke opini saya sebelumnya. Keberpihakan rakyat mendukung pak Jokowi itu terlihat dengan adanya rekening terbuka, mau bagaimanapun disana itu pasati ada rasa ketulusan, rasa kepercayaan punya gerakan dari hati untuk mendukung beliau terbukti dengan banyaknya dorongan kreativitas2 yang telah muncul itu tadi.

Akhir kata, gue bila diberi kesempatan untuk memiliki keluarga, gue bisa dengan bangga mengatakan kepada anak cucu gue, Nak contoh dia, seorang anak gunung, wong ndeso, yang lahir dari kehidupan tidak dikenal, seorang tukang kayu menjadi Presiden R1, kamu harus seperti beliau Nak. Dengan begitu harapan nya semoga Indonesia benar2 bisa berubah. Karena itu semua salah jokowi, bersama dengan orang2 yang bergerak bersama Jokowi untuk NKRI

Salam2Jari

Selasa, 29 April 2014

Mimpi, hidup bersyukur dan bahagia

Keyword  : mimpi, lagu nya bondan “hidup berawal dari mimpi, proses, skripsweet, warna, hidup, bahagia, bintang                     

Inspirasi : Lirik Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Hidup Berawal Dari Mimpi

Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati

ok, intermezzo dari blog ini, berawal dari mimpi, kebetulan juga tadi pagi gue baru aja mimpi, ya mimpi bahagia banget serasa hidup itu ada dipuncak kenyatelpon dari Imanan. tapi, ba..ba..ba... ba..ba.. na.. na.. (ring alarm ) dan gue harus kembali ke alam nyata dan aktivitas yang sebenarnya.. bangun tidur, ngolet, minum air putih(dibiasakan lho tiap bangun tidur) ke kamar mandi tap oli sambil mengembalikan nyawa2 yg tersisa dikasur, mandi, beres2 siap2 deh kekampus. singkat cerita, seperti biasa gue menjalani aktivitas di hari selasa, kuliah kuljar(untuk beberapa waktu ini praktikum), mengeringkan ektrak(nah ini nih yg mau diceritain), kuliah dan kuliah. 
Ok kembali lagi ke ekstrak, ow ya bagi yg belum ngerti apa itu ekstrak, ekstrak yg saya maksud itu berupa hasil dari penyortiran/pemilihan/isolasi/pengambilan/proses pemisahan suatu senyawa dari suatu bahan alam(seperti tanaman/tumbuh2an atau organisme lain) menggunakan suatu metode penyari(bisa berupa cairan penyari) tertentu hingga didapat hasil akhir berupa suatu fase kental/serbuk kering. kebetulan skripsi gue ini pake ekstrak hasil dari jamur yang gue biakin di lab, dan kebetulan untuk mendapatkan ekstrak itu butuh proses waktu yg cukup panjang dan lama. dan kebetulan hasil penyarian itu masih dalam bentuk cairan pekat, dan hari ini rencana mau dipekatkan lagi, tapi.. tapi.. yg namanya musibah, atau bisa dibilang menyepelekan hal sepele. gue meninggalkan ekstrak pekat tadi diatas penangas air dengan tidak memberi cacatan(batasan suhu tidak lebih dari 60  °C dan kebetulan saat itu juga ada praktikum, yg pada akhirnya membuat ekstrak gue jadi permen gulali yg gosong :(, sedih kesel, dan ego udah tinggi aja waktu itu, sampe tak tanyain satu2 persatu itu praktikan. tapi mau bgaimanapun itu juga kesalahan gue yg menyepelekan tadi itu. insyaf legowo, yg membuat ego agak turun itu, gue udah bikin cadangan bibit jamur yg udah gue tanam jauh2 hari. 

mungkin inilah yg dinamakan dengan proses, ya proses sedikit mengutip dari blog temen gue, " Selalu setia bersama prosesnya, bukan sama skripsinya (dikhawatirkan kalo terlalu setia akan disuruh ganti judul). “Percayalah segala jerih payah yang telah dilakukan tidak akan pernah sia-sia” (http://sugiaman-hans.blogspot.com/2014/03/berjuang-dengan-bahagia.html, Selasa, Maret 04, 2014)

ya singkatnya, guwe mulai skripsi di akhir2 tahun 2013, November, Desember. Sedikit flash back, gue mulai niatin skripsi ini, berawal dari 1 gue pingin banget ikut penelitian dengan dosen yang gue pingin banget beliau jadi pembimbing gue, tapi ya begitulah, banyak halangan, kadang menyepelekan juga,  kedua kebetulan gue tertarik sama suatu topik penelitian dan dosennya pun juga sudah merestui coba ikut saja, tapi tanya2 dulu sama partisipannya  tapi yg namanya penolakan secara halus itu  pasti ada. Dari situ gue mulai mengikat kencang tali sepatu(kebetulan keiinjek copot) dan menjadi single fighter Skripsi.
Yeah, mulai deh gue cari2 topik, kebetulan gue ini tertarik pda suatu bidang teknologi, Bioteknologi gue cari2 dah refrensi skripsi dari pendahulu2 (kakak2 tingkat) yg nyerempet ke arah itu, tapi koq nggak ada. Akhirnya satu ide keluar, kebetulan waktu itu gue lagi demen2nya makan jamur, jamur tiram goreng dan dirumah itu lagi musim2nya jamur berkembang banyak. akhirnya gue kepikiran juga apa gue coba skripsi tentang jamur yg punya aktivitas tertentu. Kebetulan juga waktu itu lagi kuliah ada dosen nyeletuk gini, kalian ini skripsi ekstrak2 mengambil dari bahan alam, kalian ndak mikir gimana prospeknya beberapa tahun lagi, dimana lahan kosong semakin sedikit.

Gue mulai berpikir gimana dong caranya agar gue tetep bisa mempertahankan alasan gue untuk tetap mengambildari bahan  alam, meskipun dimasa depan nanti semua serba sintesis. Yak salah satunya dengan Kultur, Kultur jaringan. Akhirnya gue memutuskan untuk skripsi dengan bimbingan beliau yang berpengalaman dalam bidang Kultur jaringan. Sampe sekarang gue bersyukur bisa dimbibimng oleh Beliau, karena beliau dengan pengertian membimbing gue sebagai single fight untuk bertahan dan berproses. Beliaupun berpesan, yg namanya kultur jaringan itu bukanlah hal yg instan, butuh proses, kesabaran dan ketekunan. Karena jujur aja kultur jaringan itu bagi pemula itu bikin stress juga lho, tapi yo asik beberapa kali gue kultur jamur itu hasilnya malah kotaminasi, berlendir dan berlendir. Yup, satu hal yg menjadi tantangan buat skripsi gue ini, gue harus ekstra kerja yang rapih, apik bersih, krna gue sendiri untuk bisa menanam jamur ini ditanam di Laboratorium yg notabennya digunakan untuk cabang mikrobiologi, bukan mycology(jamur), jadi banyak kemungkinan besar terkontaminasi oleh mikroba2. Selain itu dalam bekerja gue juga harus dituntut untuk bekerja se resik mungkin(sebersih mungkin) karena yang gue tanamini jamur, klo gak resik, apik bisa2 jamur gue ini mengkontaminasi penelitian2 yang ada di lab bahkan sudah diperingatkan oleh beberapa dosen. Cukup bisa dibilang tantangan super deh ya, belum lagi beberapa kendala2 yang harus dihadapi berhubungan dengan penggunaan laboratorium yg digunakan secara bersamaan. Ya seperti itulah tantangannya :D. Tapi bener apa yg dikatakan temen gue itu, skripsi itu adalah proses yang sayang untuk dilewatkan, karena skripsi itu hanya sekali seumur hidup. Lu boleh pacaran ganti2 berkali, tapi yg namanya skripsi Cuma sekali.
          Ya proses itulah yg membuat gue lebih legowo atas insiden yg terjadi hari ini itu.  Dan gue pun pulang kerumah, meskipun masih sedikit mengrundel/menggerutu, tapi it’s okay, all iz wel. Dan gue pun pulang kerumah. Dirumah gue ngelihat Pakde, bude gue lagi ngecat pagar, ntah pikiran apa yg terbesut, gue pulang tarruh motor ganti baju santai langsung keluar menawarkan diri untuk bantu2 ngecat pagar rumah. Dari situ gue mengambil kesimpulan, ternyata bahagia itu simple, gue yg tadinya mengrundel akhirnya gue bahagia bisa membantu dan menghasilkan suatu karya, meskupun Cuma ngecet pager(lha pas KKN aja ngecat pos kamling je) segala ego yg tadi naik mulai turn dan stabil perlahan2 mungkin pengaruh antulan warna kuking juga kali, gue ngecat pager warna kuning bisa jdi kuning itu warna yg bisa menurunkan ego :D

         Cerita ngecatnya selesai, terakhir gue mau cerita 1 hal lagi. Gue keluar rumah beli makan diwarung yg biasa gue beli makan, pulang seperti biasa, gue punya kebiasaan menatap langit lama2 diluar, ntah kenapa benda2 yang bertebaran dilangit itu cantik :D, ada bulan ada bintang. Tapi yg malam ini Cuma ada bintang. Sebuah quote yg bisa gue tulislangit & bintang, mungkin hanya itu yg tampat diatas. tapi jauh disana, ada mimpi, cita2 yang menanti untuk dilihat oleh mata hatimu.”

Yeah, mimpi dan cita2, bintang. Semua anak2 pasti pernah berangan2 menggapai bintang dilangit karena keindahannya, seperti lirik berikut Bintang di langit Kerlip engkau di sana Memberi cahayanya di setiap insan. Yap, bitang dilangit meberi cahaya disana, disuatu tempat dimana ada mimpi harapan ataupun cita2, bintang tersebut akan merefleksikan suatu cahaya bagi mimpi, harapan dan cita2, perlu adanya membuka mata hati untuk bisa melihat refleksi dari cahaya tersebut. Tapi untuk bisa melihat cahaya tersebut sebelumnya fondasiku, kekuatanku, ketrampilan dan keahlianku masih belum mampu dan kuat nemerima rangsang refleksi cahaya tersebut. Seharusnya diperkuat dan ditempa dengan proses kegalan-kegalan yang pahit, karena ibarat pengrajin besi, pedang yg semakin ditempa akan semakin tajam dan kuat.

Begitulah sebuah mimpi, karena hidup berawal dari sebuah mimpi, seperti kutipan cuplikan lirik Bondan Prakoso dibagian intermezzo diatas ini.
Jadi Tidak akan pernah ada kata terlambat. Jadilah generasi muda yang tangguh, penuh harapan, dan cita-cita. Ingatlah bintang-bintang kecilmu. Because Life is adventure.

I want to live my life to the absolute fullest. To open my eyes to be all I can be To travel roads not taken, to meet faces unknown
                           

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself To stand tall with greatness



To chase down and catch every dream

Senin, 17 Februari 2014

Kiss The rain

Permisi, numpang nulis2. lagi pengen, ntah kenapa niatan nulis itu tengah  malam begini. ow ya sedikit penjelasan terkait judul. itu judulny Kiss The Rain sebenernya ndak ada maksu apa2. tapi karena kebetulan aja lagi denger lagunya Yiruma-Kiss The Rain, sambil nyeduh susu anget. rasanya ntah kenapa koq Plong. ow ya berhubung banyak banget yang pengen diceritain di blog ini, tapi yang satu ini singkat aja, pengen cerita yang ini dulu

Ow ya terus terang, gw lagi kehilangan sesuatu, :( iya kehilangan my little hamster Murphy, Upy yup itu dia yang difoto.
Sore ini barusan meletakkan jasad si Upy ini menyatu dengan tanah(baca :  dikubur) iyup, sedih banget rasanya, my little hamster pergi selamanya. terus terang aku gak bisa nyalahin siapa2, tapi emang sudah jalannya Upy untuk ktmu dengan penciptanya disana. malamnya aku sempat nemenin upy ini menjelang sakratul mautnya. Upy meninggal krna masalah pencernaan, paginya aku pegang perutnya itu sudah menggembung, dan ketika ditekan, baunya tidak enak. Ekornya basah, malam sebelum ia dicabut nyawanya aku sempat memberikan treatmen terakhir ku, tapi apa daya, sepertinya Upy sudah sangat kesakitan dengan apa yang dia rasakan, sampai2 jari tanganku ingin digi2tnya, tapi begitulah dia mengigit kecil2 tidak sakit, krna ia tau majikannya sangat sayang dia.aku paginya setelah ia pergi aku liat dimatanya seperti basah. Apa iya Upy menangis ya :( mau pergi tapi ndak sempat pamitan sama majikannya. 

tapi.. tapi. berat juga rasanya ninggalin hewan kecil ini, meskipun kecil, tapi dia ini sdkit sudah mengisi perjalan hidupku dijogja ini, 3 tahun main Upy menghibur ku dikala duka, dan berbagai hal. 
Ow ya, mungkin ini aneh, tapi aku nyesel juga akhir2 aku ndak begitu memperhatikan Upy ini krna kesibukanku :(, ya begitulah nasib mahasiswa tingkat akhir pikiran kemana2 :O

Tapi ya sudah, aku iklas koq, selamat jalanmy little hamster Murphy, Upy


Diadopsi Sepember 2011, meninggal tanggal 17 Februari 2014