Powered By Blogger

Selasa, 29 April 2014

Mimpi, hidup bersyukur dan bahagia

Keyword  : mimpi, lagu nya bondan “hidup berawal dari mimpi, proses, skripsweet, warna, hidup, bahagia, bintang                     

Inspirasi : Lirik Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Hidup Berawal Dari Mimpi

Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati

ok, intermezzo dari blog ini, berawal dari mimpi, kebetulan juga tadi pagi gue baru aja mimpi, ya mimpi bahagia banget serasa hidup itu ada dipuncak kenyatelpon dari Imanan. tapi, ba..ba..ba... ba..ba.. na.. na.. (ring alarm ) dan gue harus kembali ke alam nyata dan aktivitas yang sebenarnya.. bangun tidur, ngolet, minum air putih(dibiasakan lho tiap bangun tidur) ke kamar mandi tap oli sambil mengembalikan nyawa2 yg tersisa dikasur, mandi, beres2 siap2 deh kekampus. singkat cerita, seperti biasa gue menjalani aktivitas di hari selasa, kuliah kuljar(untuk beberapa waktu ini praktikum), mengeringkan ektrak(nah ini nih yg mau diceritain), kuliah dan kuliah. 
Ok kembali lagi ke ekstrak, ow ya bagi yg belum ngerti apa itu ekstrak, ekstrak yg saya maksud itu berupa hasil dari penyortiran/pemilihan/isolasi/pengambilan/proses pemisahan suatu senyawa dari suatu bahan alam(seperti tanaman/tumbuh2an atau organisme lain) menggunakan suatu metode penyari(bisa berupa cairan penyari) tertentu hingga didapat hasil akhir berupa suatu fase kental/serbuk kering. kebetulan skripsi gue ini pake ekstrak hasil dari jamur yang gue biakin di lab, dan kebetulan untuk mendapatkan ekstrak itu butuh proses waktu yg cukup panjang dan lama. dan kebetulan hasil penyarian itu masih dalam bentuk cairan pekat, dan hari ini rencana mau dipekatkan lagi, tapi.. tapi.. yg namanya musibah, atau bisa dibilang menyepelekan hal sepele. gue meninggalkan ekstrak pekat tadi diatas penangas air dengan tidak memberi cacatan(batasan suhu tidak lebih dari 60  °C dan kebetulan saat itu juga ada praktikum, yg pada akhirnya membuat ekstrak gue jadi permen gulali yg gosong :(, sedih kesel, dan ego udah tinggi aja waktu itu, sampe tak tanyain satu2 persatu itu praktikan. tapi mau bgaimanapun itu juga kesalahan gue yg menyepelekan tadi itu. insyaf legowo, yg membuat ego agak turun itu, gue udah bikin cadangan bibit jamur yg udah gue tanam jauh2 hari. 

mungkin inilah yg dinamakan dengan proses, ya proses sedikit mengutip dari blog temen gue, " Selalu setia bersama prosesnya, bukan sama skripsinya (dikhawatirkan kalo terlalu setia akan disuruh ganti judul). “Percayalah segala jerih payah yang telah dilakukan tidak akan pernah sia-sia” (http://sugiaman-hans.blogspot.com/2014/03/berjuang-dengan-bahagia.html, Selasa, Maret 04, 2014)

ya singkatnya, guwe mulai skripsi di akhir2 tahun 2013, November, Desember. Sedikit flash back, gue mulai niatin skripsi ini, berawal dari 1 gue pingin banget ikut penelitian dengan dosen yang gue pingin banget beliau jadi pembimbing gue, tapi ya begitulah, banyak halangan, kadang menyepelekan juga,  kedua kebetulan gue tertarik sama suatu topik penelitian dan dosennya pun juga sudah merestui coba ikut saja, tapi tanya2 dulu sama partisipannya  tapi yg namanya penolakan secara halus itu  pasti ada. Dari situ gue mulai mengikat kencang tali sepatu(kebetulan keiinjek copot) dan menjadi single fighter Skripsi.
Yeah, mulai deh gue cari2 topik, kebetulan gue ini tertarik pda suatu bidang teknologi, Bioteknologi gue cari2 dah refrensi skripsi dari pendahulu2 (kakak2 tingkat) yg nyerempet ke arah itu, tapi koq nggak ada. Akhirnya satu ide keluar, kebetulan waktu itu gue lagi demen2nya makan jamur, jamur tiram goreng dan dirumah itu lagi musim2nya jamur berkembang banyak. akhirnya gue kepikiran juga apa gue coba skripsi tentang jamur yg punya aktivitas tertentu. Kebetulan juga waktu itu lagi kuliah ada dosen nyeletuk gini, kalian ini skripsi ekstrak2 mengambil dari bahan alam, kalian ndak mikir gimana prospeknya beberapa tahun lagi, dimana lahan kosong semakin sedikit.

Gue mulai berpikir gimana dong caranya agar gue tetep bisa mempertahankan alasan gue untuk tetap mengambildari bahan  alam, meskipun dimasa depan nanti semua serba sintesis. Yak salah satunya dengan Kultur, Kultur jaringan. Akhirnya gue memutuskan untuk skripsi dengan bimbingan beliau yang berpengalaman dalam bidang Kultur jaringan. Sampe sekarang gue bersyukur bisa dimbibimng oleh Beliau, karena beliau dengan pengertian membimbing gue sebagai single fight untuk bertahan dan berproses. Beliaupun berpesan, yg namanya kultur jaringan itu bukanlah hal yg instan, butuh proses, kesabaran dan ketekunan. Karena jujur aja kultur jaringan itu bagi pemula itu bikin stress juga lho, tapi yo asik beberapa kali gue kultur jamur itu hasilnya malah kotaminasi, berlendir dan berlendir. Yup, satu hal yg menjadi tantangan buat skripsi gue ini, gue harus ekstra kerja yang rapih, apik bersih, krna gue sendiri untuk bisa menanam jamur ini ditanam di Laboratorium yg notabennya digunakan untuk cabang mikrobiologi, bukan mycology(jamur), jadi banyak kemungkinan besar terkontaminasi oleh mikroba2. Selain itu dalam bekerja gue juga harus dituntut untuk bekerja se resik mungkin(sebersih mungkin) karena yang gue tanamini jamur, klo gak resik, apik bisa2 jamur gue ini mengkontaminasi penelitian2 yang ada di lab bahkan sudah diperingatkan oleh beberapa dosen. Cukup bisa dibilang tantangan super deh ya, belum lagi beberapa kendala2 yang harus dihadapi berhubungan dengan penggunaan laboratorium yg digunakan secara bersamaan. Ya seperti itulah tantangannya :D. Tapi bener apa yg dikatakan temen gue itu, skripsi itu adalah proses yang sayang untuk dilewatkan, karena skripsi itu hanya sekali seumur hidup. Lu boleh pacaran ganti2 berkali, tapi yg namanya skripsi Cuma sekali.
          Ya proses itulah yg membuat gue lebih legowo atas insiden yg terjadi hari ini itu.  Dan gue pun pulang kerumah, meskipun masih sedikit mengrundel/menggerutu, tapi it’s okay, all iz wel. Dan gue pun pulang kerumah. Dirumah gue ngelihat Pakde, bude gue lagi ngecat pagar, ntah pikiran apa yg terbesut, gue pulang tarruh motor ganti baju santai langsung keluar menawarkan diri untuk bantu2 ngecat pagar rumah. Dari situ gue mengambil kesimpulan, ternyata bahagia itu simple, gue yg tadinya mengrundel akhirnya gue bahagia bisa membantu dan menghasilkan suatu karya, meskupun Cuma ngecet pager(lha pas KKN aja ngecat pos kamling je) segala ego yg tadi naik mulai turn dan stabil perlahan2 mungkin pengaruh antulan warna kuking juga kali, gue ngecat pager warna kuning bisa jdi kuning itu warna yg bisa menurunkan ego :D

         Cerita ngecatnya selesai, terakhir gue mau cerita 1 hal lagi. Gue keluar rumah beli makan diwarung yg biasa gue beli makan, pulang seperti biasa, gue punya kebiasaan menatap langit lama2 diluar, ntah kenapa benda2 yang bertebaran dilangit itu cantik :D, ada bulan ada bintang. Tapi yg malam ini Cuma ada bintang. Sebuah quote yg bisa gue tulislangit & bintang, mungkin hanya itu yg tampat diatas. tapi jauh disana, ada mimpi, cita2 yang menanti untuk dilihat oleh mata hatimu.”

Yeah, mimpi dan cita2, bintang. Semua anak2 pasti pernah berangan2 menggapai bintang dilangit karena keindahannya, seperti lirik berikut Bintang di langit Kerlip engkau di sana Memberi cahayanya di setiap insan. Yap, bitang dilangit meberi cahaya disana, disuatu tempat dimana ada mimpi harapan ataupun cita2, bintang tersebut akan merefleksikan suatu cahaya bagi mimpi, harapan dan cita2, perlu adanya membuka mata hati untuk bisa melihat refleksi dari cahaya tersebut. Tapi untuk bisa melihat cahaya tersebut sebelumnya fondasiku, kekuatanku, ketrampilan dan keahlianku masih belum mampu dan kuat nemerima rangsang refleksi cahaya tersebut. Seharusnya diperkuat dan ditempa dengan proses kegalan-kegalan yang pahit, karena ibarat pengrajin besi, pedang yg semakin ditempa akan semakin tajam dan kuat.

Begitulah sebuah mimpi, karena hidup berawal dari sebuah mimpi, seperti kutipan cuplikan lirik Bondan Prakoso dibagian intermezzo diatas ini.
Jadi Tidak akan pernah ada kata terlambat. Jadilah generasi muda yang tangguh, penuh harapan, dan cita-cita. Ingatlah bintang-bintang kecilmu. Because Life is adventure.

I want to live my life to the absolute fullest. To open my eyes to be all I can be To travel roads not taken, to meet faces unknown
                           

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself To stand tall with greatness



To chase down and catch every dream

Tidak ada komentar:

Posting Komentar