Keyword : mimpi, lagu nya bondan “hidup berawal dari mimpi, proses,
skripsweet, warna, hidup, bahagia, bintang
Inspirasi : Lirik Bondan Prakoso
& Fade 2 Black - Hidup Berawal Dari Mimpi
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
ok, intermezzo dari
blog ini, berawal dari mimpi, kebetulan juga tadi pagi gue baru aja mimpi, ya
mimpi bahagia banget serasa hidup itu ada dipuncak kenyatelpon dari Imanan.
tapi, ba..ba..ba... ba..ba.. na.. na.. (ring alarm ) dan gue harus kembali ke
alam nyata dan aktivitas yang sebenarnya.. bangun tidur, ngolet, minum air
putih(dibiasakan lho tiap bangun tidur) ke kamar mandi tap oli sambil
mengembalikan nyawa2 yg tersisa dikasur, mandi, beres2 siap2 deh kekampus.
singkat cerita, seperti biasa gue menjalani aktivitas di hari selasa, kuliah
kuljar(untuk beberapa waktu ini praktikum), mengeringkan ektrak(nah ini nih yg
mau diceritain), kuliah dan kuliah.
Ok kembali lagi ke
ekstrak, ow ya bagi yg belum ngerti apa itu ekstrak, ekstrak yg saya maksud itu
berupa hasil dari penyortiran/pemilihan/isolasi/pengambilan/proses pemisahan
suatu senyawa dari suatu bahan alam(seperti tanaman/tumbuh2an atau organisme
lain) menggunakan suatu metode penyari(bisa berupa cairan penyari) tertentu
hingga didapat hasil akhir berupa suatu fase kental/serbuk kering. kebetulan
skripsi gue ini pake ekstrak hasil dari jamur yang gue biakin di lab, dan
kebetulan untuk mendapatkan ekstrak itu butuh proses waktu yg cukup panjang dan
lama. dan kebetulan hasil penyarian itu masih dalam bentuk cairan pekat, dan
hari ini rencana mau dipekatkan lagi, tapi.. tapi.. yg namanya musibah, atau
bisa dibilang menyepelekan hal sepele. gue meninggalkan ekstrak pekat tadi
diatas penangas air dengan tidak memberi cacatan(batasan suhu tidak lebih
dari 60 °C dan kebetulan saat itu juga ada praktikum, yg pada
akhirnya membuat ekstrak gue jadi permen gulali yg gosong :(, sedih kesel, dan
ego udah tinggi aja waktu itu, sampe tak tanyain satu2 persatu itu praktikan.
tapi mau bgaimanapun itu juga kesalahan gue yg menyepelekan tadi itu. insyaf
legowo, yg membuat ego agak turun itu, gue udah bikin cadangan bibit jamur yg
udah gue tanam jauh2 hari.
mungkin inilah yg
dinamakan dengan proses, ya proses sedikit mengutip dari blog temen gue, " Selalu setia bersama prosesnya, bukan sama
skripsinya (dikhawatirkan kalo terlalu setia akan disuruh ganti judul). “Percayalah segala jerih
payah yang telah dilakukan tidak akan pernah sia-sia” (http://sugiaman-hans.blogspot.com/2014/03/berjuang-dengan-bahagia.html,
Selasa, Maret 04, 2014)
ya singkatnya, guwe
mulai skripsi di akhir2 tahun 2013, November, Desember. Sedikit flash back, gue
mulai niatin skripsi ini, berawal dari 1 gue pingin banget ikut penelitian
dengan dosen yang gue pingin banget beliau jadi pembimbing gue, tapi ya
begitulah, banyak halangan, kadang menyepelekan juga, kedua kebetulan gue tertarik sama suatu topik
penelitian dan dosennya pun juga sudah merestui coba ikut saja, tapi tanya2
dulu sama partisipannya tapi yg namanya
penolakan secara halus itu pasti ada. Dari
situ gue mulai mengikat kencang tali sepatu(kebetulan keiinjek copot) dan
menjadi single fighter Skripsi.
Yeah, mulai deh gue
cari2 topik, kebetulan gue ini tertarik pda suatu bidang teknologi,
Bioteknologi gue cari2 dah refrensi skripsi dari pendahulu2 (kakak2 tingkat) yg
nyerempet ke arah itu, tapi koq nggak ada. Akhirnya satu ide keluar, kebetulan
waktu itu gue lagi demen2nya makan jamur, jamur tiram goreng dan dirumah itu
lagi musim2nya jamur berkembang banyak. akhirnya gue kepikiran juga apa gue
coba skripsi tentang jamur yg punya aktivitas tertentu. Kebetulan juga waktu
itu lagi kuliah ada dosen nyeletuk gini, kalian ini skripsi ekstrak2 mengambil
dari bahan alam, kalian ndak mikir gimana prospeknya beberapa tahun lagi,
dimana lahan kosong semakin sedikit.
Gue mulai berpikir
gimana dong caranya agar gue tetep bisa mempertahankan alasan gue untuk tetap
mengambildari bahan alam, meskipun
dimasa depan nanti semua serba sintesis. Yak salah satunya dengan Kultur,
Kultur jaringan. Akhirnya gue memutuskan untuk skripsi dengan bimbingan beliau
yang berpengalaman dalam bidang Kultur jaringan. Sampe sekarang gue bersyukur
bisa dimbibimng oleh Beliau, karena beliau dengan pengertian membimbing gue sebagai
single fight untuk bertahan dan berproses. Beliaupun berpesan, yg namanya
kultur jaringan itu bukanlah hal yg instan, butuh proses, kesabaran dan
ketekunan. Karena jujur aja kultur jaringan itu bagi pemula itu bikin stress
juga lho, tapi yo asik beberapa kali gue kultur jamur itu hasilnya malah
kotaminasi, berlendir dan berlendir. Yup, satu hal yg menjadi tantangan buat
skripsi gue ini, gue harus ekstra kerja yang rapih, apik bersih, krna gue
sendiri untuk bisa menanam jamur ini ditanam di Laboratorium yg notabennya
digunakan untuk cabang mikrobiologi, bukan mycology(jamur), jadi banyak
kemungkinan besar terkontaminasi oleh mikroba2. Selain itu dalam bekerja gue
juga harus dituntut untuk bekerja se resik mungkin(sebersih mungkin) karena
yang gue tanamini jamur, klo gak resik, apik bisa2 jamur gue ini
mengkontaminasi penelitian2 yang ada di lab bahkan sudah diperingatkan oleh
beberapa dosen. Cukup bisa dibilang tantangan super deh ya, belum lagi beberapa
kendala2 yang harus dihadapi berhubungan dengan penggunaan laboratorium yg
digunakan secara bersamaan. Ya seperti itulah tantangannya :D. Tapi bener apa
yg dikatakan temen gue itu, skripsi itu adalah proses yang sayang untuk
dilewatkan, karena skripsi itu hanya sekali seumur hidup. Lu boleh pacaran
ganti2 berkali, tapi yg namanya skripsi Cuma sekali.
Ya proses itulah yg membuat gue lebih legowo atas insiden
yg terjadi hari ini itu. Dan gue pun
pulang kerumah, meskipun masih sedikit mengrundel/menggerutu, tapi it’s okay,
all iz wel. Dan gue pun pulang kerumah. Dirumah gue ngelihat Pakde, bude gue
lagi ngecat pagar, ntah pikiran apa yg terbesut, gue pulang tarruh motor ganti
baju santai langsung keluar menawarkan diri untuk bantu2 ngecat pagar rumah. Dari
situ gue mengambil kesimpulan, ternyata bahagia itu simple, gue yg tadinya
mengrundel akhirnya gue bahagia bisa membantu dan menghasilkan suatu karya,
meskupun Cuma ngecet pager(lha pas KKN aja ngecat pos kamling je) segala ego yg
tadi naik mulai turn dan stabil perlahan2 mungkin pengaruh antulan warna kuking
juga kali, gue ngecat pager warna kuning bisa jdi kuning itu warna yg bisa
menurunkan ego :D
Cerita ngecatnya
selesai, terakhir gue mau cerita 1 hal lagi. Gue keluar rumah beli makan
diwarung yg biasa gue beli makan, pulang seperti biasa, gue punya kebiasaan
menatap langit lama2 diluar, ntah kenapa benda2 yang bertebaran dilangit itu
cantik :D, ada bulan ada bintang. Tapi yg malam ini Cuma ada bintang. Sebuah quote
yg bisa gue tulis, “ langit
& bintang, mungkin hanya itu yg tampat diatas. tapi jauh disana, ada mimpi,
cita2 yang menanti untuk dilihat oleh mata hatimu.”
Yeah, mimpi dan cita2,
bintang. Semua anak2 pasti pernah berangan2 menggapai bintang dilangit karena
keindahannya, seperti lirik berikut Bintang di langit Kerlip engkau di
sana Memberi cahayanya di setiap insan. Yap, bitang dilangit
meberi cahaya disana, disuatu tempat dimana ada mimpi harapan ataupun cita2,
bintang tersebut akan merefleksikan suatu cahaya bagi mimpi, harapan dan cita2,
perlu adanya membuka mata hati untuk bisa melihat refleksi dari cahaya
tersebut. Tapi untuk bisa melihat cahaya tersebut sebelumnya fondasiku, kekuatanku,
ketrampilan dan keahlianku masih belum mampu dan kuat nemerima rangsang
refleksi cahaya tersebut. Seharusnya diperkuat dan ditempa dengan proses
kegalan-kegalan yang pahit, karena ibarat pengrajin besi, pedang yg semakin
ditempa akan semakin tajam dan kuat.
Begitulah sebuah mimpi, karena hidup berawal dari sebuah mimpi, seperti kutipan cuplikan lirik Bondan Prakoso dibagian intermezzo diatas ini.
Jadi
Tidak
akan pernah ada kata terlambat. Jadilah generasi muda yang tangguh, penuh
harapan, dan cita-cita. Ingatlah bintang-bintang kecilmu. Because Life is
adventure.
I want to live my life to the absolute
fullest. To open my eyes to be all I can be To travel roads not
taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream




Tidak ada komentar:
Posting Komentar