Powered By Blogger

Senin, 22 Juli 2013

Kisah Klasik, eehh kasih di KKN

Haalllloooo,, ayoook nulis-nulis lagi.. hahaha
Okeh aku mau sedikit bercerita sekembalinya qu menjalani program KKN yang berlangsung selama 1 bulan ini. Yup ditulisan sebelum ini akupun sedikit mencurahkan beberapa tulisan yang hahaha, beberapa kisah sudah aku tulisan dalam blog ini. Hahaha, dan sekarang aku pun memiliki hasrat untuk menuliskan unek-unek lagi.
Hmmm, okelah sekian dulu intermezzonya, langsung aja back to the topik.  Ini sudah 5 hari paska aku menyelesaikan suatu program wajib yang harus dilakukan(baca:wajib) oleh kampus tercinta. Ehhhh. Ya begitulah KKN ini berlangsung selama 1 bulan. Dan sebuah kisah itupun perlahan-lahan mulai memasuki kehidupan saya ini. Yup sesosok itu yang awalnya saya anggap biasa-biasa saja, tapi setelah 1 bulan ini, hmmm tidak bisa diungkapkan dengan kata. Sesosok itu bagai sebuah musim semi, dimana saat musim semi berlangsung bunga2 mekar berseri,, ciakakakak.. bahasa gueh berat banget. Ya begitulah apa yang aku rasakan. 1 bulan itu singkat banget men, rasanya baru kemarin gitu packing2, ngemas2 barang baju dan segala halnya. Dan ternyata hari kamis lalu semua itu sudah selesai, dan kembali ke kehidupan masing-masing. Tapi buat qu, 1 bulan itu eaaaa,, berasa lama banget dah, ntah berbagai reaksi kimia sudah terbentuk didalam tubuhku ini. Hormon-hormon musim semi mulai disintesis didalam sebuah kelenjar hipotalamus ini, merangsang suatu tatapan indah dari mata turun ke hati. Buseeett....
Okeh itu baru basa-basinya, jujur dah itu sejuta ungkapan perasaan yang aku alami selama menjalani KKN. Ntah kenapa aku mulai menyukai sesosok itu. Mau gimana lagi setiap hari ketemu, tiap hari bertatap muka, tiap hari berbicara, bahkan hampir tiap hari bercanda bareng. Ini masalah serius, aku itu orang yang paling lemah klo sudah dalam tahap sampai sini, terkandag aku suka menganggap itu sedikit berlebihan, yang pada akhirnya membuat jadi sakit lagi. Iyupp, oke sedikit review, dulu aku pun pernah suka dengan seseorang. Sudah cukup dekat lah ya, bercanda, ngobrol2 bareng dan sampai tahap itupun aku sudah menyenangi sesosok itu. Dan itu yang menjadi masalah sesosok terdahulu itu, saya terlalu menganggap itu serius, yen ngono njuk aku yo lara ati dewe, koq piye le. Iyup, ternyata semua perhatian qu itu rasanya biasa aja dimata dia, semacam ga  ada arti karena dia pun masih menyukai idamannya terdahulu. Jedeerrr bagai kesambar petir itu yen rasane, iiiisssshhh, $%^&%@$#^#&#.. Akupun mulai tak terkendali, dan ini dia yang membuat ane depresi gila betul. Serius ini masalah serius, aku klo sudah mencapai tahap itu hampir susah mengendalikan diri. Nilai2 makin ancur bro, perlahan-lahan IP mengrogoti angka dibawah 3. Parah betul ini. Gawat sungguh mematikan. Samapi akhir semester 6 ini merupakan puncak dari kelabilan diriqu ini. Nilai ancur mina. Dan semenjak saat itu aku pun mulai menutup diri dengan berbagai keanehan yang sebisa mungkin aku lakukan untuk menutupi kerusakan gejolak batin yang dirasakan selama kurang lebih 1,5 tahun itu.
Oke ganti paragraf dulu, cerita lagi kekisah kasih di KKN. Oke, gw mengenal sesosok itu pas saat2 memulai KKN. Awalnya bener deh, aku gak menganggap dia apa2, just a friend. SAma seperti apa yang telah aku tuliskan di blog sebelumna. Tapi makin kesini koq makin parah ya ini. Jujur aku merindukan sesosok yang seperti ini, bisa bercanda, enak diajak main, mengobrol, dan bisa bermanja-manjaan. Hahahaha. Aku kangen dengan situasi itu, itulah masa2 dulu sedikit yang pernah qu alami. Tapi... TAPiiii, dibalik semua itu adalah suatu hambatan yang sangat besar, yang menjadi batu sandungan. Errrgghh, kenapa ini harus terjadi. Aku menyukai sesosok itu, namun sesosok itu sudah ada yang memiliki. Sejujurnya kisah ini  berawal dari dia yang menceritakan sedikit kisahnya dengan sosok yang ada ddidalam hatinya itu yang telah lama. Dan akupun berusaha untuk menghibur dan memberi perhatian. Namun ternyata aku sungguh kelewatan. Mungkin aku yang salah aku menganggap perhatianqu itu terlalu berlebihan. Ini dia, bisa-bisa aku jatuh kembali kedalam lubang yang sama. Dan inipun sudah menjelang semester akhir men, semester 7. Pikiran ku mulai kemana-mana. Ntah ini proposal skirpsi bakal jadi apa klo begini terus jadinya. Kagak jalan-jalan, muter-muter kagak jelas.
Inipun menjadi sebuah kegalauan yang cukup besar bagiku untuk menjalani semester 7 ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku takut klo semua itu hanyalah suatu kesalahpahaman belaka. Yup memang sih aku pun sudah mengenal karakter dari sesosok itu, dia itu memang seperti itu, gampang berteman dengan siapapun, terutama untuk kaum laki2 seperti saya ini. Dia tidak canggung untuk berteman dengan banyak laki2, meski dia pun sudah ada yang punya. Meski punyanya itu masih diawang2. Hahahaha, belum punya seutuhnya.
Dari semua itu aku pengen sedikit menjauh, tapi ya serba salah juga. Disuatu sisi aku pengen menjauh karena aku takut itu semua hanya kesalahpahaman qu an aku takut untuk jatuh kelubang yang sama, karena jika kembali jatuh itu rasanya sakit banget, apalagi ini sudah menjelang akhir2 semester penentuan yang paling genting. 1 tahun ini bisa berubah sewaktu-waktu kejalan yang benar mulus, berliku2 hingga jalan yang tidak bisa dilewati begitu. Tapi disuatu sisi klo aku harus menjauh itu rasa, sakit men. Uwis kebacut kie nyantol neng njero ati, njuk meh ngelepas itu beraatt. Oke alasan lainnya dia itu sudah qu anggap juga sebagai teman dekat, sama seperti teman2 KKN yang selama 1 bulan itu kami hidup bersama, tinggal bersama, seneng susah, galau sakit hahaha. 1 bulan itu singkat tapi juga lama.

Akhir kata saya mohon Gusti Yesus paringana anakmu ini ketabahan, semngat yang baru untuk menjalani hidup yang luar biasa ini. Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah ini dengan tepat waktu, menjalani jalan yang berliku-liku ini dengan kuat hati, bisa membanggakan orang tua, dan kalaupun engkau merestui, puji syukur. Okeh sekian dulu tulisan saya yang cukup panjang ini, hahaha. Kelebihan energi saya sudah berkurang sedikit. Hehehe, selama sore J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar