Haalllloooo,, ayoook nulis-nulis lagi.. hahaha
Okeh aku mau sedikit bercerita sekembalinya qu menjalani
program KKN yang berlangsung selama 1 bulan ini. Yup ditulisan sebelum ini
akupun sedikit mencurahkan beberapa tulisan yang hahaha, beberapa kisah sudah
aku tulisan dalam blog ini. Hahaha, dan sekarang aku pun memiliki hasrat untuk
menuliskan unek-unek lagi.
Hmmm, okelah sekian dulu intermezzonya, langsung aja back to
the topik. Ini sudah 5 hari paska aku
menyelesaikan suatu program wajib yang harus dilakukan(baca:wajib) oleh kampus
tercinta. Ehhhh. Ya begitulah KKN ini berlangsung selama 1 bulan. Dan sebuah
kisah itupun perlahan-lahan mulai memasuki kehidupan saya ini. Yup sesosok itu
yang awalnya saya anggap biasa-biasa saja, tapi setelah 1 bulan ini, hmmm tidak
bisa diungkapkan dengan kata. Sesosok itu bagai sebuah musim semi, dimana saat
musim semi berlangsung bunga2 mekar berseri,, ciakakakak.. bahasa gueh berat
banget. Ya begitulah apa yang aku rasakan. 1 bulan itu singkat banget men, rasanya
baru kemarin gitu packing2, ngemas2 barang baju dan segala halnya. Dan ternyata
hari kamis lalu semua itu sudah selesai, dan kembali ke kehidupan
masing-masing. Tapi buat qu, 1 bulan itu eaaaa,, berasa lama banget dah, ntah
berbagai reaksi kimia sudah terbentuk didalam tubuhku ini. Hormon-hormon musim
semi mulai disintesis didalam sebuah kelenjar hipotalamus ini, merangsang suatu
tatapan indah dari mata turun ke hati. Buseeett....
Okeh itu baru basa-basinya, jujur dah itu sejuta ungkapan
perasaan yang aku alami selama menjalani KKN. Ntah kenapa aku mulai menyukai
sesosok itu. Mau gimana lagi setiap hari ketemu, tiap hari bertatap muka, tiap
hari berbicara, bahkan hampir tiap hari bercanda bareng. Ini masalah serius,
aku itu orang yang paling lemah klo sudah dalam tahap sampai sini, terkandag
aku suka menganggap itu sedikit berlebihan, yang pada akhirnya membuat jadi
sakit lagi. Iyupp, oke sedikit review, dulu aku pun pernah suka dengan
seseorang. Sudah cukup dekat lah ya, bercanda, ngobrol2 bareng dan sampai tahap
itupun aku sudah menyenangi sesosok itu. Dan itu yang menjadi masalah sesosok
terdahulu itu, saya terlalu menganggap itu serius, yen ngono njuk aku yo lara
ati dewe, koq piye le. Iyup, ternyata semua perhatian qu itu rasanya biasa aja
dimata dia, semacam ga ada arti karena
dia pun masih menyukai idamannya terdahulu. Jedeerrr bagai kesambar petir itu
yen rasane, iiiisssshhh, $%^&%@$#^#&#.. Akupun mulai tak terkendali,
dan ini dia yang membuat ane depresi gila betul. Serius ini masalah serius, aku
klo sudah mencapai tahap itu hampir susah mengendalikan diri. Nilai2 makin
ancur bro, perlahan-lahan IP mengrogoti angka dibawah 3. Parah betul ini. Gawat
sungguh mematikan. Samapi akhir semester 6 ini merupakan puncak dari kelabilan
diriqu ini. Nilai ancur mina. Dan semenjak saat itu aku pun mulai menutup diri dengan berbagai keanehan yang
sebisa mungkin aku lakukan untuk menutupi kerusakan gejolak batin yang
dirasakan selama kurang lebih 1,5 tahun itu.
Oke ganti paragraf dulu, cerita lagi kekisah kasih di KKN.
Oke, gw mengenal sesosok itu pas saat2 memulai KKN. Awalnya bener deh, aku gak
menganggap dia apa2, just a friend. SAma seperti apa yang telah aku tuliskan di blog sebelumna.
Tapi makin kesini koq makin parah ya ini. Jujur aku merindukan sesosok yang
seperti ini, bisa bercanda, enak diajak main, mengobrol, dan bisa
bermanja-manjaan. Hahahaha. Aku kangen dengan situasi itu, itulah masa2 dulu
sedikit yang pernah qu alami. Tapi... TAPiiii, dibalik semua itu adalah suatu
hambatan yang sangat besar, yang menjadi batu sandungan. Errrgghh, kenapa ini
harus terjadi. Aku menyukai sesosok itu, namun sesosok itu sudah ada yang
memiliki. Sejujurnya kisah ini berawal
dari dia yang menceritakan sedikit kisahnya dengan sosok yang ada ddidalam
hatinya itu yang telah lama. Dan akupun berusaha untuk menghibur dan memberi
perhatian. Namun ternyata aku sungguh kelewatan. Mungkin aku yang salah aku
menganggap perhatianqu itu terlalu berlebihan. Ini dia, bisa-bisa aku jatuh
kembali kedalam lubang yang sama. Dan inipun sudah menjelang semester akhir men,
semester 7. Pikiran ku mulai kemana-mana. Ntah ini proposal skirpsi bakal jadi
apa klo begini terus jadinya. Kagak jalan-jalan, muter-muter kagak jelas.
Inipun menjadi sebuah kegalauan yang cukup besar bagiku
untuk menjalani semester 7 ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku takut klo semua
itu hanyalah suatu kesalahpahaman belaka. Yup memang sih aku pun sudah mengenal
karakter dari sesosok itu, dia itu memang seperti itu, gampang berteman dengan
siapapun, terutama untuk kaum laki2 seperti saya ini. Dia tidak canggung untuk
berteman dengan banyak laki2, meski dia pun sudah ada yang punya. Meski
punyanya itu masih diawang2. Hahahaha, belum punya seutuhnya.
Dari semua itu aku pengen sedikit menjauh, tapi ya serba
salah juga. Disuatu sisi aku pengen menjauh karena aku takut itu semua hanya
kesalahpahaman qu an aku takut untuk jatuh kelubang yang sama, karena jika
kembali jatuh itu rasanya sakit banget, apalagi ini sudah menjelang akhir2
semester penentuan yang paling genting. 1 tahun ini bisa berubah sewaktu-waktu kejalan
yang benar mulus, berliku2 hingga jalan yang tidak bisa dilewati begitu. Tapi
disuatu sisi klo aku harus menjauh itu rasa, sakit men. Uwis kebacut kie
nyantol neng njero ati, njuk meh ngelepas itu beraatt. Oke alasan lainnya dia
itu sudah qu anggap juga sebagai teman dekat, sama seperti teman2 KKN yang
selama 1 bulan itu kami hidup bersama, tinggal bersama, seneng susah, galau
sakit hahaha. 1 bulan itu singkat tapi juga lama.
Akhir kata saya mohon Gusti Yesus paringana anakmu ini
ketabahan, semngat yang baru untuk menjalani hidup yang luar biasa ini. Semoga
saya bisa menyelesaikan kuliah ini dengan tepat waktu, menjalani jalan yang
berliku-liku ini dengan kuat hati, bisa membanggakan orang tua, dan kalaupun
engkau merestui, puji syukur. Okeh sekian dulu tulisan saya yang cukup panjang
ini, hahaha. Kelebihan energi saya sudah berkurang sedikit. Hehehe, selama sore
J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar