okeh kali ini gue mau
cotert coret lagi, yak sekedar coret, sekedar unek2 yang berasal dari hati.
berhubung lagi tahunnya pemilu nih, jadi coret-coretnya tentang pemilu Pilpres
aja, pdahl gue sendiri juga sedang mencoret-coret naskah tugas akhir ini, hass,
sudahlah yang ini udah ada hasrat yang menggebu2 untu nulis jadi curahkan dulu
saja. Yak kali ini ngomongin tentang Pemilu pilres klo kata orang barat itu
bilangnya Presidential election. fine okeh sekian dulu intermezzonya, kembali
ke topiknya.
ya tahun 2014 merupakan
tahun Bangsa Indonesia merayakan pesta demokrasi, iyeeeeyyy.. Selamat selamat
ya.. eehhh, tapi tunggu dulu. emang ada apa sih dengan pesta demokrasi, pesta
demokrasiya pemilu itu. pemilu, apa sih pemilu, secara praktisnya pemilu itu
merupakan pemilihan umum/pemilihan secara langsung sekelompok orang yang
memiliki ideologi masing lalu membawakan ideologi2 tersebut kedalam sistem
kenegaraan untuk membawa negara ke arah yang baik dan kemudian mempromosikan
diri/memasarkan dirinya atau ideologi dari sekelompok golongan tersebut
terhadap rakyat agar rakyat memilih mereka, intinya sih jadinya masyarakat
memiliki hak untuk memilih (sandi, 2014).
kembali
lagi diatas jadi pemilu itu pesta demokrasi ? bisa iya bisa ngga, kenapa iya,
ya memang pemilu itu disebut pesta, karena memang rakyat lah yang berpatisipasi
langsung dalam memilih, engga nya kenapa, ya karena itu tadi pemilu itu seakan2
menjadikan sekelompok golongan tersebut mulai sibuk muncul kepermukaan wara
wiri sana sini menebar artibut dimana... dimana.. kemana... ya begitulah
pembukanya dari pemilu, kembali lagi ke Pilpres
oke,
Pilpres ya. Pilpres 2014 kali ini gue rasa menarik, sangat menarik,, terlalu...
menarik.. yup kenapa menarik, karena jujur tahun ini gue untuk yang pertama
kalinya merasakan yg namanya euforia demokrasi, yang biasanya gue cuma nonton
melongo, contreng nomor sekian, coblos.. bla.. blaa.. dan sekarang gue bisa
nyoblos njiiirr, NYOBLOS !!!, oke terus terang ini merupakan demdam kesumat
yang tersampaikan, kenapa, karena tepatnya kembali ke 5 tahun yang lalu, saat
pesta demokrasi berlangsung, klo ndak salah itu bulan April, dimana itu
merupakan bulan kelahiran gue. klo gak salah dulu pemilu itu tanggal 9 April
2009, sedangkan gue yg saat itu bulan April tepatnya tanggal 10 April, gue
menjadi ABG yang bangga2 punya KTP, sayangnya nyesek banget, kenapa itu pemilu
diadainnya 1 hari sebelum gue merayakan hari sweetSeventeen gue!!!, jadilah
pemilu 2014 ini erupakan dendam kesumat gue, akhirnya gue bisa nyoblos cuuyy
yak itu dulu hal menarik yg pertama.
Hal menarik yang kedua yaitu dari sekian tahun gue mengikuti aja pemilu
ini, Pemilihan presiden tahun 2014 ini hanya diikuti oleh 2 Peserta pasangan
Capres dan Cawapres. sama kayak pemilunya di Amerika waktu pilpres 2012
dari kubu Demokrat dan Romney dari kubu Republik. eh untuk yang Amerika sekian
dulu, kembali ke Indonesia. Yak Indonesia tahun 2014 ini memasarkan, eh
salah mempromosikan 2 Pasangan Capres Cawapres untuk mejadi pasangan RI 1 dan
RI 2. 2 pasangan ini menawarkan berbagai macam program2 yang bisa memajukan
bangsa Indonesia. Mari sedikit gue ulas, sedikit aja ya, berhubung ilmu gue
juga masih terbatas, klo salah ya harap maklum dan bisa dikoreksi, belum lulus
Sarjana juga :p
Dari kedua pasangan itu
baik nomor 1 dan 2, terkadang gue pikir ah mereka sama juga, sama2 punya kekurangan sama2 punya niat
baik untuk negara. Secara gue pribadi juga gak 100 % dukung Pak Jokowi dan 100
% persen Pak Prabowo itu jelek, ow ya tulisan ini juga mengutip dari website
Pandji Pragiwaksono linknya http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/
Kenapa 100 % gue gak
yakin sama Pak Jokowi, karena memang Pak Jokowi itu seorang petugas partai, mau
bagaimanapun juga ideologi2 partainya pasti akan kebawa, juga terkait
kepatuhannya terhadap Bu Megawati. Tapi saya juga punya rasa percaya pada Pak
Jokowi ini, secara apabila dia menjadi Presiden, dia harus brani mengambil
sebuah keputusan, secara Presiden itu Eksekutif je, yang mengeksekusi. Memilih arahan2
ataupun sebuah ideologi mana yang baik mana yang benar, klopun beliau benar2
memegang amanah sebagai Presiden.
Trus kenapa saya juga
menganggap Pak Prabowo 100 % jelek, karena apa, secara saya pun mengagumi sosok
seorang perwira apalagi beliau seorang TNI yang notabennya pasti dong memiliki
ketegasan. Hanya saja agak kawatir dengan temperamentalnya, mungkin orang
didalamnya juga merasakan, tapi mau bagaimanapun memperjuangkan isu2 tersebut
dielak sedemikian rupa. Sebagai contoh, sosok yang menggebu2 itu hanyalah gaya,
tidak masalah. Lha klo dari segi gaya seperti itu, terus karakternya gimana,
setidaknya antara style dengan karakter ada hubungan dong ya.
Terus opini saya yang
lain, opini tentang rekening terbuka untuk relawan Jokowi-JK, banyak orang
beranggapan itu adalah sebuah pembodohan publik, ngapain coba uang disumbangkan
untuk kampanya, mbok ya disumbangkan ke orang2
yang tidak mampu. Sekarang gue balikin lha gimana dengan Pak Prabowo,
sudah sudah punya niat jadi presiden, beriklan dalam jangka waktu yang lama,
apa nggak itu uang centreng2 bertebaran juga. Beriklan seakan2 hidupnya hanya
untuk menjadi presiden dengan dana yang Fantastis ( mengutip kata2 Pak Anies
Baswedan), gimana coba, sama nggak bisa lari dari kenyataan juga masalah uang,
ya mbok mending disumbangin bla.. bla.. bla...
Opini gue yang lain,
terkait kubu Jokowi, kubu jokowi itu dikenal dengan Jokowi adalah kita, yup,
karena sosok ini merupakan sosok penggerak, kenapa penggerak, ya karena itu
tadi. Para relawan dengan sukacita, dengan ketulusannya dengan kreativitas
mereka membuat suatu gerakan masing2 untuk mendukung Pak Jokowi, sayangnya
sayangnya sayang, gerakan2 tidak terorganisir, tersebar dimana tanpa adanya
komando ya itu tadi karena beliau sosok penggerak menggerakan massa untuk turun
tangan, seperti kata Pak Anies Baswedan (lagi2) orang – orang baik banyak yang
tumbang bukan karena banyak orang jahat, tetapi karena banyak orang yang diam
dan mendiamkan, urun angan tidak mau ikut ambil bagian.
Tapi disuatu sisi lain,
membahas tentang kubu Prabowo, saya kagum dengan solidnya kubu tersebut. Semua teroganisasi
denngan baik dan rapih, semua turun dari atas kebawah, seperti apa yang
dilakukan oleh atasannya sampaikan kebawahannya, yup. Mungkin karena memang
jiwa Pak Prabowo jiwa yg memiliki kepemimpinan dalam militer. Karena memang
militer itu sekiranya seperti itu apa yang diperintahkan atasanselayaknya
sebuah komando militer, hendaknya dilakukan oleh bawahannya. Bagus sih,
teroganisir, tapi sayang satang sayang, hal itu semua mematikan yang namanya
kreativitas tadi tidak muncul disana.
Opini saya lainnya, terus
terang aja saya cukup terganggu dengan masa penggerak Pak jokowi, yang notabennya didukung oleh partai
merah, kenapa terus terang gue sendiri tinggal di Jogja dan merasakan dan
mengetahui info2 gimana masa penggerak nya Beliau dengan motor2 bising nya yang
kerap kali mengganggu tidak tertib dan meresahkan.
Namun opini lain juga
terhadap masa pendukungnya Pak Prabowo, saya pernah melihat dari kubu ini
dengan embel2 partai warna biru, mereka membawakan pesta demokrasi dengan lebih
santun, terorganisir, semacam membuat suatu ciri khas sendiri, kayak gerakan2
tangan teratur mengibarkan bendera dari depan sampe kebalakang, gue gak tau itu
namanya apaan, tapi menarik. Tapi sayangnya sayangnya. Dikubu ini juga cukup
meresahkan, semenjak kubu ini didukung dengan barisan barisan garis kerasnya,
barisan yang hobby main hakim sendiri, gak perlu disebut lah ya. Bahkan apalagi penyerangan di sosmed yang
dilakukan oleh pendukung kubunya, ngga banget isinya ya gonggongan yang ingin
memuaskan nafsu mereka, yang bahkan gonggongan itu parahnya sudah melibatkan
ketidakbenaran, alias fitnah. Sayang, sayang sayang sekali.
Opini saya yang lain nah
ini makin memperjelas kenapa saya memilih kepada salah satu pasangan. Opii saya
ini terkait, gue pun masih bertanya2 tentang prabowo yang tidak ada embel-embel
purnawirawan, jujur selama gue liat diberita atau apalah, kagak ada deh embel2
purnawirawan, pdahal beliau itu jelas seorang anggota TNI. Nah lho, gimana dong
jadinya. Yang mau gimana lagi jelas pasti beliau dicopot dari jabatan, bukan
karena berhenti pada waktunya. Ntah itu dicopot secara tidak hormat ataupun
secara hormat. Lagipula, klopun dia benar2 tidak melakukan kesalahan dalam
melaksanakan tugas kenegaraannya, kenapa beliau keluar dari TNI ? (ini juga
mengutip dari web http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/)
terus banyak alasan tanya atasannya kenapa begitu, lha jelas dia seorang TNI yg
terkenal dengan sistem komandonya, pakai akal sehat aja, klo atasannya nyuruh
dia nyemplung sumur lha ya secara keduanya ya salah juga, baik yg menyuruh
maupun yg melakukan dong. Mesakke anak2 ku nanti komentar, itu Pak Presidennya
aja pernah dikeluarkan dari instansi/lembaganya/pekerjaannya, lha klo saya
dikeluarin dari sekolah karena mukul anak orang, jadi masalah gitu Pak ?,
kebayang anak gue ntar komentar kayak gitu :O, ngeri juga.
Dan ini oponi saya kenapa
saya memilih Pak Jokowi, jelas beliau didukung dengan orang2 yang mau
bekerjasama sebagai contoh Faisal
Basri & Anies Baswedan. Mereka ini cendikiawan yang jelas, gak punya
masalah, bahkan jelas punya niat baik dan mau untuk bekerjasama. Masih mau
dibilang koalisi transaksi, lha nyata namanya juga menjalani sebuah rekan atau
parner tanpa adanya win win sulution, bulshit itu namanya. Jelas ada dong timbal
baliknya. Tapi disini yang mau ditekankan oleh Pak Jokowi yaitu, the right man
in the right place, itu die, bukan Cuma sekedar bagi jatah aja, tapi
menempatkan/memposisikan orang pada tempat yang sesuai gitu lho. Selain itu
kembali lagi ke opini saya sebelumnya. Keberpihakan rakyat mendukung pak Jokowi
itu terlihat dengan adanya rekening terbuka, mau bagaimanapun disana itu pasati
ada rasa ketulusan, rasa kepercayaan punya gerakan dari hati untuk mendukung
beliau terbukti dengan banyaknya dorongan kreativitas2 yang telah muncul itu
tadi.
Akhir kata, gue bila
diberi kesempatan untuk memiliki keluarga, gue bisa dengan bangga mengatakan
kepada anak cucu gue, Nak contoh dia, seorang anak gunung, wong ndeso, yang lahir
dari kehidupan tidak dikenal, seorang tukang kayu menjadi Presiden R1, kamu
harus seperti beliau Nak. Dengan begitu harapan nya semoga Indonesia benar2
bisa berubah. Karena itu semua salah jokowi, bersama dengan orang2 yang
bergerak bersama Jokowi untuk NKRI
Salam2Jari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar