Powered By Blogger

Jumat, 27 Juni 2014

pilih satu atau dua, Itulah Pilihan gue. yuk mari tengok aja

okeh kali ini gue mau cotert coret lagi, yak sekedar coret, sekedar unek2 yang berasal dari hati. berhubung lagi tahunnya pemilu nih, jadi coret-coretnya tentang pemilu Pilpres aja, pdahl gue sendiri juga sedang mencoret-coret naskah tugas akhir ini, hass, sudahlah yang ini udah ada hasrat yang menggebu2 untu nulis jadi curahkan dulu saja. Yak kali ini ngomongin tentang Pemilu pilres klo kata orang barat itu bilangnya Presidential election. fine okeh sekian dulu intermezzonya, kembali ke topiknya.

ya tahun 2014 merupakan tahun Bangsa Indonesia merayakan pesta demokrasi, iyeeeeyyy.. Selamat selamat ya.. eehhh, tapi tunggu dulu. emang ada apa sih dengan pesta demokrasi, pesta demokrasiya pemilu itu. pemilu, apa sih pemilu, secara praktisnya pemilu itu merupakan pemilihan umum/pemilihan secara langsung sekelompok orang yang memiliki ideologi masing lalu membawakan ideologi2 tersebut kedalam sistem kenegaraan untuk membawa negara ke arah yang baik dan kemudian mempromosikan diri/memasarkan dirinya atau ideologi dari sekelompok golongan tersebut terhadap rakyat agar rakyat memilih mereka, intinya sih jadinya masyarakat memiliki hak untuk memilih  (sandi, 2014).

kembali lagi diatas jadi pemilu itu pesta demokrasi ? bisa iya bisa ngga, kenapa iya, ya memang pemilu itu disebut pesta, karena memang rakyat lah yang berpatisipasi langsung dalam memilih, engga nya kenapa, ya karena itu tadi pemilu itu seakan2 menjadikan sekelompok golongan tersebut mulai sibuk muncul kepermukaan wara wiri sana sini menebar artibut dimana... dimana.. kemana... ya begitulah pembukanya dari pemilu, kembali lagi ke Pilpres


    oke, Pilpres ya. Pilpres 2014 kali ini gue rasa menarik, sangat menarik,, terlalu... menarik.. yup kenapa menarik, karena jujur tahun  ini gue untuk yang pertama kalinya merasakan yg namanya euforia demokrasi, yang biasanya gue cuma nonton melongo, contreng nomor sekian, coblos.. bla.. blaa.. dan sekarang gue bisa nyoblos njiiirr, NYOBLOS !!!, oke terus terang ini merupakan demdam kesumat yang tersampaikan, kenapa, karena tepatnya kembali ke 5 tahun yang lalu, saat pesta demokrasi berlangsung, klo ndak salah itu bulan April, dimana itu merupakan bulan kelahiran gue. klo gak salah dulu pemilu itu tanggal 9 April 2009, sedangkan gue yg saat itu bulan April tepatnya tanggal 10 April, gue menjadi ABG yang bangga2 punya KTP, sayangnya nyesek banget, kenapa itu pemilu diadainnya 1 hari sebelum gue merayakan hari sweetSeventeen gue!!!, jadilah pemilu 2014 ini erupakan dendam kesumat gue, akhirnya gue bisa nyoblos cuuyy yak itu dulu hal menarik yg pertama.

    Hal menarik yang kedua yaitu dari sekian tahun gue mengikuti aja pemilu ini, Pemilihan presiden tahun 2014 ini hanya diikuti oleh 2 Peserta pasangan Capres dan Cawapres. sama kayak pemilunya di Amerika waktu pilpres  2012 dari kubu Demokrat dan Romney dari kubu Republik. eh untuk yang Amerika sekian dulu, kembali ke Indonesia. Yak  Indonesia tahun 2014 ini memasarkan, eh salah mempromosikan 2 Pasangan Capres Cawapres untuk mejadi pasangan RI 1 dan RI 2. 2 pasangan ini menawarkan berbagai macam program2 yang bisa memajukan bangsa Indonesia. Mari sedikit gue ulas, sedikit aja ya, berhubung ilmu gue juga masih terbatas, klo salah ya harap maklum dan bisa dikoreksi, belum lulus Sarjana juga :p
         
Dari kedua pasangan itu baik nomor 1 dan 2, terkadang gue pikir ah mereka sama  juga, sama2 punya kekurangan sama2 punya niat baik untuk negara. Secara gue pribadi juga gak 100 % dukung Pak Jokowi dan 100 % persen Pak Prabowo itu jelek, ow ya tulisan ini juga mengutip dari website Pandji Pragiwaksono linknya http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/

Kenapa 100 % gue gak yakin sama Pak Jokowi, karena memang Pak Jokowi itu seorang petugas partai, mau bagaimanapun juga ideologi2 partainya pasti akan kebawa, juga terkait kepatuhannya terhadap Bu Megawati. Tapi saya juga punya rasa percaya pada Pak Jokowi ini, secara apabila dia menjadi Presiden, dia harus brani mengambil sebuah keputusan, secara Presiden itu Eksekutif je, yang mengeksekusi. Memilih arahan2 ataupun sebuah ideologi mana yang baik mana yang benar, klopun beliau benar2 memegang amanah sebagai Presiden.

Trus kenapa saya juga menganggap Pak Prabowo 100 % jelek, karena apa, secara saya pun mengagumi sosok seorang perwira apalagi beliau seorang TNI yang notabennya pasti dong memiliki ketegasan. Hanya saja agak kawatir dengan temperamentalnya, mungkin orang didalamnya juga merasakan, tapi mau bagaimanapun memperjuangkan isu2 tersebut dielak sedemikian rupa. Sebagai contoh, sosok yang menggebu2 itu hanyalah gaya, tidak masalah. Lha klo dari segi gaya seperti itu, terus karakternya gimana, setidaknya antara style dengan karakter ada hubungan dong ya.

Terus opini saya yang lain, opini tentang rekening terbuka untuk relawan Jokowi-JK, banyak orang beranggapan itu adalah sebuah pembodohan publik, ngapain coba uang disumbangkan untuk kampanya, mbok ya disumbangkan ke orang2  yang tidak mampu. Sekarang gue balikin lha gimana dengan Pak Prabowo, sudah sudah punya niat jadi presiden, beriklan dalam jangka waktu yang lama, apa nggak itu uang centreng2 bertebaran juga. Beriklan seakan2 hidupnya hanya untuk menjadi presiden dengan dana yang Fantastis ( mengutip kata2 Pak Anies Baswedan), gimana coba, sama nggak bisa lari dari kenyataan juga masalah uang, ya mbok mending disumbangin bla.. bla.. bla... 

Opini gue yang lain, terkait kubu Jokowi, kubu jokowi itu dikenal dengan Jokowi adalah kita, yup, karena sosok ini merupakan sosok penggerak, kenapa penggerak, ya karena itu tadi. Para relawan dengan sukacita, dengan ketulusannya dengan kreativitas mereka membuat suatu gerakan masing2 untuk mendukung Pak Jokowi, sayangnya sayangnya sayang, gerakan2 tidak terorganisir, tersebar dimana tanpa adanya komando ya itu tadi karena beliau sosok penggerak menggerakan massa untuk turun tangan, seperti kata Pak Anies Baswedan (lagi2) orang – orang baik banyak yang tumbang bukan karena banyak orang jahat, tetapi karena banyak orang yang diam dan mendiamkan, urun angan tidak mau ikut ambil bagian.

Tapi disuatu sisi lain, membahas tentang kubu Prabowo, saya kagum dengan solidnya kubu tersebut. Semua teroganisasi denngan baik dan rapih, semua turun dari atas kebawah, seperti apa yang dilakukan oleh atasannya sampaikan kebawahannya, yup. Mungkin karena memang jiwa Pak Prabowo jiwa yg memiliki kepemimpinan dalam militer. Karena memang militer itu sekiranya seperti itu apa yang diperintahkan atasanselayaknya sebuah komando militer, hendaknya dilakukan oleh bawahannya. Bagus sih, teroganisir, tapi sayang satang sayang, hal itu semua mematikan yang namanya kreativitas tadi tidak muncul disana.

Opini saya lainnya, terus terang aja saya cukup terganggu dengan masa penggerak Pak  jokowi, yang notabennya didukung oleh partai merah, kenapa terus terang gue sendiri tinggal di Jogja dan merasakan dan mengetahui info2 gimana masa penggerak nya Beliau dengan motor2 bising nya yang kerap kali mengganggu tidak tertib dan meresahkan.

Namun opini lain juga terhadap masa pendukungnya Pak Prabowo, saya pernah melihat dari kubu ini dengan embel2 partai warna biru, mereka membawakan pesta demokrasi dengan lebih santun, terorganisir, semacam membuat suatu ciri khas sendiri, kayak gerakan2 tangan teratur mengibarkan bendera dari depan sampe kebalakang, gue gak tau itu namanya apaan, tapi menarik. Tapi sayangnya sayangnya. Dikubu ini juga cukup meresahkan, semenjak kubu ini didukung dengan barisan barisan garis kerasnya, barisan yang hobby main hakim sendiri, gak perlu disebut lah ya.  Bahkan apalagi penyerangan di sosmed yang dilakukan oleh pendukung kubunya, ngga banget isinya ya gonggongan yang ingin memuaskan nafsu mereka, yang bahkan gonggongan itu parahnya sudah melibatkan ketidakbenaran, alias fitnah. Sayang, sayang sayang sekali.

Opini saya yang lain nah ini makin memperjelas kenapa saya memilih kepada salah satu pasangan. Opii saya ini terkait, gue pun masih bertanya2 tentang prabowo yang tidak ada embel-embel purnawirawan, jujur selama gue liat diberita atau apalah, kagak ada deh embel2 purnawirawan, pdahal beliau itu jelas seorang anggota TNI. Nah lho, gimana dong jadinya. Yang mau gimana lagi jelas pasti beliau dicopot dari jabatan, bukan karena berhenti pada waktunya. Ntah itu dicopot secara tidak hormat ataupun secara hormat. Lagipula, klopun dia benar2 tidak melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas kenegaraannya, kenapa beliau keluar dari TNI ? (ini juga mengutip dari web http://pandji.com/ban-mobil-tetangga/) terus banyak alasan tanya atasannya kenapa begitu, lha jelas dia seorang TNI yg terkenal dengan sistem komandonya, pakai akal sehat aja, klo atasannya nyuruh dia nyemplung sumur lha ya secara keduanya ya salah juga, baik yg menyuruh maupun yg melakukan dong. Mesakke anak2 ku nanti komentar, itu Pak Presidennya aja pernah dikeluarkan dari instansi/lembaganya/pekerjaannya, lha klo saya dikeluarin dari sekolah karena mukul anak orang, jadi masalah gitu Pak ?, kebayang anak gue ntar komentar kayak gitu :O, ngeri juga.

Dan ini oponi saya kenapa saya memilih Pak Jokowi, jelas beliau didukung dengan orang2 yang mau bekerjasama sebagai contoh  Faisal Basri & Anies Baswedan. Mereka ini cendikiawan yang jelas, gak punya masalah, bahkan jelas punya niat baik dan mau untuk bekerjasama. Masih mau dibilang koalisi transaksi, lha nyata namanya juga menjalani sebuah rekan atau parner tanpa adanya win win sulution, bulshit itu namanya. Jelas ada dong timbal baliknya. Tapi disini yang mau ditekankan oleh Pak Jokowi yaitu, the right man in the right place, itu die, bukan Cuma sekedar bagi jatah aja, tapi menempatkan/memposisikan orang pada tempat yang sesuai gitu lho. Selain itu kembali lagi ke opini saya sebelumnya. Keberpihakan rakyat mendukung pak Jokowi itu terlihat dengan adanya rekening terbuka, mau bagaimanapun disana itu pasati ada rasa ketulusan, rasa kepercayaan punya gerakan dari hati untuk mendukung beliau terbukti dengan banyaknya dorongan kreativitas2 yang telah muncul itu tadi.

Akhir kata, gue bila diberi kesempatan untuk memiliki keluarga, gue bisa dengan bangga mengatakan kepada anak cucu gue, Nak contoh dia, seorang anak gunung, wong ndeso, yang lahir dari kehidupan tidak dikenal, seorang tukang kayu menjadi Presiden R1, kamu harus seperti beliau Nak. Dengan begitu harapan nya semoga Indonesia benar2 bisa berubah. Karena itu semua salah jokowi, bersama dengan orang2 yang bergerak bersama Jokowi untuk NKRI

Salam2Jari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar