Powered By Blogger

Kamis, 25 Juli 2013

karena ini bukanlah akhir dari segalanya :")

Selamat malam, hmm lebih tepatnya selamat pagi.. hmm,, dan pada akhirnya akupun harus menuliskan sebuah cerita ini. yup tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan yang sebelumnya. bagaimana sebuah kisah klasik, eh kasih telah memasuki hidup qu secara perlahan-lahan. dan hari ini hingga pagi ini pun aku mendapatkan banyak pelajaran berharga. fiuuuhhh,, cukup sudah intermezzonya..

okeh, kembali lagi ke atas, malam ini aku mendapatkan pelajaran yang berharga, sungguh berharga. malam ini hingga pagi ini segala rahasia mulai terungkap, perlahan-lahan. aku harus bilang apa, aku bingung, dan sejujurnya aku harus berkata bohong klo aku tidak shock mendengar sebuah cerita, mau bagaimanapun rasanya aku tidak membayangkan ternyata dia itu sudah sejauh itu. meskipun akupun pernah mendekati hal ini, tapi tuhan masih mengingatkan ku, menyentil qu dan menggugah hatiqu berkali-kali dan aku pun tersadarkan dari bisikan duniawi tersebut. Aku shock, yup shock dalam hati, ini jantung rasanya udah jedag jedug, jedag-jedug begitu mendengar cerita darinya. mau bagaimana lagi, untuk mengalihkan itu semua, aku iselamatkan oleh 3 puntung uang yang dibakar lenyap itu. hmm, klo tidak ada itu akupun sudah ajeg-ajeg gak karauan. namun ternyata perlahan-lahan sedikit demi sedikit memahami cerita darinya, aku pun ternyata bisa menjadi seorang pendengar yang baik, meskipun aku harus mendustai mulut qu itu. rasio antara hati otak dan mulut itu eeegghhh, sulit diungkapkan dengan kata. namun dalam beberapa detik suasana pun menjadi cair, krena kita saling berbagi pengalaman akan hal ini, meskipun kita berbeda cukup jauh dalam hal itu.

kamipun mulai terbawa suasana dengan tenang, meskipun dalam hati masih terdapat gejolak yang luar binasa, tapi aku berusaha enjoy, releks dan menikmati pembicaraan itu. berjam2an sudah kamipun bercerita satu sama lain pengalaman masing-masing. ntah apa yang aku lakukan setelah mendengar cerita itu, arrhhgghh bingung :(,, tapi ya sudah lah yang namanya nasi sudah menjadi bubur.. kami bercerita cukup lama hingga akhirnya kami berpindah tempat.. hahaha, cuma sebentar aja ditempat itu, sebenarnya tujuannya untuk menghilangkan jebuhqu itu. dan aku takut ternyata hal ini benar2 terjadi. sebelum dia bercerita tersebut, aku pun sudah bisa mengetahui sejauh manakah karakter dia itu, dan memang betul seperti apa yang sedikit qu prediksi dengan apa yang telah dia cerita. Ya sudahlah, sungguh seharusnya ini tidak terjadi didalam diriku, hmmm, aku terjatuh-jatuh dalam angan2 sebuah musim semi yang sedang bersemi. dan akupun bingung bimbang, dalam sepanjang jalan. ntah berbagai gejolak batin aku rasakan saat itu. sejujurnya ingin aku mengucapkan salam perpisahan, tappii, tapiii berat rasanya buat mengungkapkan hal itu. diapun berkata jujur, disaat dia mengalami suatu kekosongan akupun hadir dikehidupannya, yang meskipun hanya berlangsung selama 1 bulan lebih dikit ini aku menganal dia. dan dia pun mengakui akan keberadaanqu setelah akupun terus terang juga padanya

dan akhirnya akupun sampai tepat di tempat ia bermalam, hmmm lebih tepatnya kosnya. sejenak terpikirkan inilah rencana yang paling tepat. mungkin ini bukan merupakan salam perpisahan. tapi dibalik semua itu, rasanya sakit men sakiitt, klo harus melakukan itu. dan okeh, ini kali ke-2 nya aku melakukan sebuah ritual perpisahan. aku ingin mencoba ritual ini bisa menjadi suatu sweet memory yup harapan, seperti itulah yang terjadi, dengan hati yg tulus akupun membisikkan sebuah kata penuh makna. dan sebagai closingnya sebelumnya udah minta ijin dulu, aku mencium kening dan tangannya sebagai ungkapan ketulusan. ya itulah ritual yang pernah saya lakukan juga terhadap perempuan yang ingin qu tinggalkan sedikit kenangan manis. cukup perih, tapi bagaimanapun itu juga dia sudah ada yang punya dan memilikinya. dan perlahan-lahan akupun berusaha untuk sadar diri.. SADAR DIRI bung!!!!!

oke sudah selesai ungkapan beribu ungkapan, meskipun aku tiak tahu apakah itu akan menjadi salam perpisahan ataupun apakah ??? sejenak akupun ingin menenangkan diri, berusaha menenangkan diri. bahkan yang saya herankan ternyata saya bisa mengendalikan suatu gelombang energi yang cukup besar saat aku menjalani sebuah ritual menenangkan diri(baca:semedi) , sinyal handphone, internet semacamnya itu tiba2 hilang koneksi, no signal dan semacamnya dalam beberapa saat. aku gak menyadari apakah itu benar2 aku yg melakukan krna kelabilan emosi ini.. aku masih belum paham dengan hal itu.  tapi ya sudahlah.
sejenak saja saya mau mencoba menghilang sesaat, ataukah untuk selamanya, yaaa lihat saja nanti. apakah aku akan merasakan suatu kerinduan atau tidak.

akhir kata, aku mengucapkan terimakasih atas semuanya yang telah terjadi, sedih senang galau, gejolak berkumpul jadi satu untuk malam ini :"), tapi dibalik semua itu malam ini sungguh aku mendapatkan suatu pelajaran berharga, belajarlah untuk mengerti, memahami, dan mengontrol diri apapun itu yang terjadi. hmmm, okeh sudah pagi ini.. mata sudah lelah untuk melanjutkan semua tulisan ini.
Gusti Yesus, terimakasih :), dan untuk kau yang disana, terimakasih juga untuk sedikit kenangan manis yang telah kamu berikan, hei gendis. Thx u Miss. G...
tetap semangat, tetap sehat, tetap ceria, tetap gembira(maem pisang :p) supaya suatu saat nanti bisa kembali lagi berbincang-bincang dengan Mr. Smile :).. God Bless Us

Senin, 22 Juli 2013

Kisah Klasik, eehh kasih di KKN

Haalllloooo,, ayoook nulis-nulis lagi.. hahaha
Okeh aku mau sedikit bercerita sekembalinya qu menjalani program KKN yang berlangsung selama 1 bulan ini. Yup ditulisan sebelum ini akupun sedikit mencurahkan beberapa tulisan yang hahaha, beberapa kisah sudah aku tulisan dalam blog ini. Hahaha, dan sekarang aku pun memiliki hasrat untuk menuliskan unek-unek lagi.
Hmmm, okelah sekian dulu intermezzonya, langsung aja back to the topik.  Ini sudah 5 hari paska aku menyelesaikan suatu program wajib yang harus dilakukan(baca:wajib) oleh kampus tercinta. Ehhhh. Ya begitulah KKN ini berlangsung selama 1 bulan. Dan sebuah kisah itupun perlahan-lahan mulai memasuki kehidupan saya ini. Yup sesosok itu yang awalnya saya anggap biasa-biasa saja, tapi setelah 1 bulan ini, hmmm tidak bisa diungkapkan dengan kata. Sesosok itu bagai sebuah musim semi, dimana saat musim semi berlangsung bunga2 mekar berseri,, ciakakakak.. bahasa gueh berat banget. Ya begitulah apa yang aku rasakan. 1 bulan itu singkat banget men, rasanya baru kemarin gitu packing2, ngemas2 barang baju dan segala halnya. Dan ternyata hari kamis lalu semua itu sudah selesai, dan kembali ke kehidupan masing-masing. Tapi buat qu, 1 bulan itu eaaaa,, berasa lama banget dah, ntah berbagai reaksi kimia sudah terbentuk didalam tubuhku ini. Hormon-hormon musim semi mulai disintesis didalam sebuah kelenjar hipotalamus ini, merangsang suatu tatapan indah dari mata turun ke hati. Buseeett....
Okeh itu baru basa-basinya, jujur dah itu sejuta ungkapan perasaan yang aku alami selama menjalani KKN. Ntah kenapa aku mulai menyukai sesosok itu. Mau gimana lagi setiap hari ketemu, tiap hari bertatap muka, tiap hari berbicara, bahkan hampir tiap hari bercanda bareng. Ini masalah serius, aku itu orang yang paling lemah klo sudah dalam tahap sampai sini, terkandag aku suka menganggap itu sedikit berlebihan, yang pada akhirnya membuat jadi sakit lagi. Iyupp, oke sedikit review, dulu aku pun pernah suka dengan seseorang. Sudah cukup dekat lah ya, bercanda, ngobrol2 bareng dan sampai tahap itupun aku sudah menyenangi sesosok itu. Dan itu yang menjadi masalah sesosok terdahulu itu, saya terlalu menganggap itu serius, yen ngono njuk aku yo lara ati dewe, koq piye le. Iyup, ternyata semua perhatian qu itu rasanya biasa aja dimata dia, semacam ga  ada arti karena dia pun masih menyukai idamannya terdahulu. Jedeerrr bagai kesambar petir itu yen rasane, iiiisssshhh, $%^&%@$#^#&#.. Akupun mulai tak terkendali, dan ini dia yang membuat ane depresi gila betul. Serius ini masalah serius, aku klo sudah mencapai tahap itu hampir susah mengendalikan diri. Nilai2 makin ancur bro, perlahan-lahan IP mengrogoti angka dibawah 3. Parah betul ini. Gawat sungguh mematikan. Samapi akhir semester 6 ini merupakan puncak dari kelabilan diriqu ini. Nilai ancur mina. Dan semenjak saat itu aku pun mulai menutup diri dengan berbagai keanehan yang sebisa mungkin aku lakukan untuk menutupi kerusakan gejolak batin yang dirasakan selama kurang lebih 1,5 tahun itu.
Oke ganti paragraf dulu, cerita lagi kekisah kasih di KKN. Oke, gw mengenal sesosok itu pas saat2 memulai KKN. Awalnya bener deh, aku gak menganggap dia apa2, just a friend. SAma seperti apa yang telah aku tuliskan di blog sebelumna. Tapi makin kesini koq makin parah ya ini. Jujur aku merindukan sesosok yang seperti ini, bisa bercanda, enak diajak main, mengobrol, dan bisa bermanja-manjaan. Hahahaha. Aku kangen dengan situasi itu, itulah masa2 dulu sedikit yang pernah qu alami. Tapi... TAPiiii, dibalik semua itu adalah suatu hambatan yang sangat besar, yang menjadi batu sandungan. Errrgghh, kenapa ini harus terjadi. Aku menyukai sesosok itu, namun sesosok itu sudah ada yang memiliki. Sejujurnya kisah ini  berawal dari dia yang menceritakan sedikit kisahnya dengan sosok yang ada ddidalam hatinya itu yang telah lama. Dan akupun berusaha untuk menghibur dan memberi perhatian. Namun ternyata aku sungguh kelewatan. Mungkin aku yang salah aku menganggap perhatianqu itu terlalu berlebihan. Ini dia, bisa-bisa aku jatuh kembali kedalam lubang yang sama. Dan inipun sudah menjelang semester akhir men, semester 7. Pikiran ku mulai kemana-mana. Ntah ini proposal skirpsi bakal jadi apa klo begini terus jadinya. Kagak jalan-jalan, muter-muter kagak jelas.
Inipun menjadi sebuah kegalauan yang cukup besar bagiku untuk menjalani semester 7 ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku takut klo semua itu hanyalah suatu kesalahpahaman belaka. Yup memang sih aku pun sudah mengenal karakter dari sesosok itu, dia itu memang seperti itu, gampang berteman dengan siapapun, terutama untuk kaum laki2 seperti saya ini. Dia tidak canggung untuk berteman dengan banyak laki2, meski dia pun sudah ada yang punya. Meski punyanya itu masih diawang2. Hahahaha, belum punya seutuhnya.
Dari semua itu aku pengen sedikit menjauh, tapi ya serba salah juga. Disuatu sisi aku pengen menjauh karena aku takut itu semua hanya kesalahpahaman qu an aku takut untuk jatuh kelubang yang sama, karena jika kembali jatuh itu rasanya sakit banget, apalagi ini sudah menjelang akhir2 semester penentuan yang paling genting. 1 tahun ini bisa berubah sewaktu-waktu kejalan yang benar mulus, berliku2 hingga jalan yang tidak bisa dilewati begitu. Tapi disuatu sisi klo aku harus menjauh itu rasa, sakit men. Uwis kebacut kie nyantol neng njero ati, njuk meh ngelepas itu beraatt. Oke alasan lainnya dia itu sudah qu anggap juga sebagai teman dekat, sama seperti teman2 KKN yang selama 1 bulan itu kami hidup bersama, tinggal bersama, seneng susah, galau sakit hahaha. 1 bulan itu singkat tapi juga lama.

Akhir kata saya mohon Gusti Yesus paringana anakmu ini ketabahan, semngat yang baru untuk menjalani hidup yang luar biasa ini. Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah ini dengan tepat waktu, menjalani jalan yang berliku-liku ini dengan kuat hati, bisa membanggakan orang tua, dan kalaupun engkau merestui, puji syukur. Okeh sekian dulu tulisan saya yang cukup panjang ini, hahaha. Kelebihan energi saya sudah berkurang sedikit. Hehehe, selama sore J